Pernah
kah diantara kalian yang awalnya sering menghina/mencaci seseorang dan akhirnya
dipertemukan oleh waktu dan kondisi yang kalian tidak duga sebelumnya yang mana
pada akhirnya kalian menjadi seseorang kekasih.
Lucu bukan? Bagaima yang dulunya kalian sering menghina dia akhirnya karna sebuah waktu dan momentum yang tepat
akhirnya kalian bisa jatuh hati padanya.
Mengejek ----à (waktu berlalu) ----à muncul perasaan /
getar getar cinta ----à
akhirnya menjadi jatuh cinta
Apakah
kalian ingat bagaimana pertaman kalian mengejeknya?
Mungkin memang tidak secara langsung dihadapannya atau pun mungkin ada yang
langsung dihadapannya? Apakah kalian ingat ketika kalian pertama kali melihat
ekspresi wajahnya , marah kah?atau
biasa saja?atau kalian juga pernah melihat dia sampai menangis di hadapan
kalian?
Menurut
gue, lama kelamaan rasa benci rasa tidak suka itu akan berganti menjadi sebuah
rasa kangen, rindu, cinta, karna
mungkin kita telah terbiasa mengejek dia tapi dia tidak memberikan respon
apapun atau cendrung memaafkan kalian.
Setelah itu mulai muncul perasaan gelisah karna kita telah terbiasa mengejek dia, yang membuat kita malah semakin
dekat kepada kita namun kita tidak menyadari akan hal itu yang kita tau pada
saat kita mengejek dia adalah
perasaan senang dan gembira tanpa berfikir kedepannya bahwa waktu akan berputar
dan perasaan benci itu berubah
menjadi perasaan cinta/rindu. Apa yang mungkin dirasakan oleh kalian mungkin
sama dengan yang gue rasain semua perasaan itu berubah menjadi sebuah kenyataan
yang harus gue terima bahwa gue jatuh
cinta ke padanya. Entah apa yang harus gue lakuin? Apakah gue harus nyanyi-nyanyi di tengah lapang untuk menarik perhatiannya
atau gue pura-pura hilang ingatan
ketika gue ada di sampingnya? Lucu ya, bagaimana pertemuan di awali dengan
subuah ejekan lama lama berubah
menjadi menanyakan kondisinya, menanyakan alamat/tempat tinggalnya yang
pada akhirnya malah menghapuskan rasa tidak suka menjadi sebuah rasa yang tidak
mudah untuk kita terjemahkan secara fasih, seperti bunga yang sedang bermekaran
ditaman yang di hinggapi para kumbang dan serangga, seperti itu rasa yang kita
rasakan rasa cinta yang berbunga-bunga
dihati yang ingin segera mungkin di petik
dan diberikan kepada orang yang kita suka.
Dan
gue benci itu untuk merasakan apa yang gue rasa sekarang, gue amat benci untuk
menerjemahkan semua yang gue rasa saat ini dalam kehidupan sehari hari gue. Gue
juga benci kenapa temen temen gue malah ngetawain gue saat gue di posisi labil
ini. Dan yang paling gue benci adalah ketika rasa itu datang kembali
menghampiri gue yang sedang mencoba menepi dari semua ini.
Mungkin hanya waktu yang
dapat menjawab semua yang gue rasa saat ini, apakah gue harus melupakannya atau
mencoba berani mengungkapkan semua yang gue rasakan saat ini. Gue jadi ke inget
sebuah penggalan lirik dari salah satu
band besar di Indonesia yang berbunyi "ohh…betapaku
saat ini… ku benci untuk mencinta…mencintaimu …, ohh… betapaku saat ini…. ku cinta
untuk membenci…membencimu….aku tak tau apa yang terjadi antara aku dan kau… yang
ku tahu pasti… ku benci itu mencintaimu".Dan gue juga baru memahami dengan
seksama makna/arti dari kata-kata ini "cinta
datang karna t’lah terbiasa".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar