It's all about me

10 Maret 2012

Benci untuk Mencinta


         Pernah kah diantara kalian yang awalnya sering menghina/mencaci seseorang dan akhirnya dipertemukan oleh waktu dan kondisi yang kalian tidak duga sebelumnya yang mana pada akhirnya kalian menjadi seseorang kekasih. Lucu bukan? Bagaima yang dulunya kalian sering menghina dia akhirnya karna sebuah waktu dan momentum yang tepat akhirnya kalian bisa jatuh hati padanya.

Mengejek  ----à (waktu berlalu) ----à muncul perasaan / getar getar cinta ----à akhirnya menjadi jatuh cinta
Apakah kalian ingat bagaimana pertaman kalian mengejeknya? Mungkin memang tidak secara langsung dihadapannya atau pun mungkin ada yang langsung dihadapannya? Apakah kalian ingat ketika kalian pertama kali melihat ekspresi wajahnya , marah kah?atau biasa saja?atau kalian juga pernah melihat dia sampai menangis di hadapan kalian?

Menurut gue, lama kelamaan rasa benci rasa tidak suka itu akan berganti menjadi sebuah rasa kangen, rindu, cinta, karna mungkin kita telah terbiasa mengejek dia tapi dia tidak memberikan respon apapun atau cendrung memaafkan kalian. Setelah itu mulai muncul perasaan gelisah karna kita telah terbiasa mengejek dia, yang membuat kita malah semakin dekat kepada kita namun kita tidak menyadari akan hal itu yang kita tau pada saat kita mengejek dia adalah perasaan senang dan gembira tanpa berfikir kedepannya bahwa waktu akan berputar dan perasaan benci itu berubah menjadi perasaan cinta/rindu.  Apa yang mungkin dirasakan oleh kalian mungkin sama dengan yang gue rasain semua perasaan itu berubah menjadi sebuah kenyataan yang harus gue terima bahwa gue jatuh cinta ke padanya. Entah apa yang harus gue lakuin? Apakah gue harus nyanyi-nyanyi  di tengah lapang untuk menarik perhatiannya atau gue pura-pura hilang ingatan ketika gue ada di sampingnya? Lucu ya, bagaimana pertemuan di awali dengan subuah ejekan lama lama berubah menjadi menanyakan kondisinya, menanyakan alamat/tempat tinggalnya yang pada akhirnya malah menghapuskan rasa tidak suka menjadi sebuah rasa yang tidak mudah untuk kita terjemahkan secara fasih, seperti bunga yang sedang bermekaran ditaman yang di hinggapi para kumbang dan serangga, seperti itu rasa yang kita rasakan rasa cinta yang berbunga-bunga dihati yang ingin segera mungkin di petik dan diberikan kepada orang yang kita suka.


Dan gue benci itu untuk merasakan apa yang gue rasa sekarang, gue amat benci untuk menerjemahkan semua yang gue rasa saat ini dalam kehidupan sehari hari gue. Gue juga benci kenapa temen temen gue malah ngetawain gue saat gue di posisi labil ini. Dan yang paling gue benci adalah ketika rasa itu datang kembali menghampiri gue yang sedang mencoba menepi dari semua ini.
Mungkin hanya waktu yang dapat menjawab semua yang gue rasa saat ini, apakah gue harus melupakannya atau mencoba berani mengungkapkan semua yang gue rasakan saat ini. Gue jadi ke inget sebuah penggalan lirik dari salah satu band besar di Indonesia yang berbunyi  "ohh…betapaku saat ini… ku benci untuk mencinta…mencintaimu …, ohh… betapaku saat ini…. ku cinta untuk membenci…membencimu….aku tak tau apa yang terjadi antara aku dan kau… yang ku tahu pasti… ku benci itu mencintaimu".Dan gue juga baru memahami dengan seksama makna/arti dari kata-kata ini "cinta datang karna t’lah terbiasa".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar