Apa yanga seharusnya
kita lakukan pada semua kenangan yang memaksa kita untuk terus mengingat? Entah
senyumnya pada saat pertama kali bertemu, entah juga saat kita tersenyum berdua
karena salah tingkah. Kini semua kenangan itu meluap keluar untuk dikenang
walaupun kita telah berusaha untuk tidak mengingatnya. Gue juga masih bingung kenapa alam semesta
bisa memberikan konstribusi yang besar dua orang yang bertemu mendekati
keajaiban hingga mereka bisa merasakan jatuh
cinta.
Dan yang anehnya jatuh
cinta diawali pertemuan yang manis, gue jadi ke inget bagaimana pertama kali
kita bertemu dengan sangat tidak sengaja tetapi kondisi cuaca waktu itu sangat
mendukung untuk kita saling berkenalan satu sama lainnya, tetapi jatuh cinta
juga dapat berakhir tragis misalnya ditolak
dengan sebuah alas an yang sangat sangat klasik “maaf kamu terlalu baik untuk
aku” setelah mendengarkan kata-kata ini bisanya cowo tidak dapat berkutik hanya
bisa terdiam seperti yang kalah taruhan bersama temannya hanya bisa meratapi atau
melakukan tindakan ekstrime seperti memohon
mohon kepada cewe tersebut agar dapat menerimanya atau telanjang bulat
ditengah keramaian untuk menarik perhatian.
“ Dan ketika kita
merasa kangen terhadap seseorang itu ibarat bagai pisikopat rokok yang tidak
bisa berhenti merokok walaupun sehari, rasanya geliash seperti yang mau di
eksekusi rambut (kalau di SMA). Andai rasa kangen terhadap seseorang itu
digaji,”well, mungkin orang akan
berlomba-lomba untuk kangen terhadap
seseorang walaupun mereka tidak mempunya seseorang yang harus mereka kangeni.
Gue juga pernah kena sindrom kangen terhadap seseorang dan rasanya itu ga enak
, lagi diem tiba-tiba ke inget dia, lagi dengerin lagu ke inget lagi , yang
lebih parahnya ketika kita diam teman di sekitar mengingatkan kita “ehh gima na
kamu sama dia” tiba-tiba jadi ke inget lagi ketika semua itu terjadi kita hanya
bisa menikmati rasanya kangen tanpa dikangenin rindu tanpa di kangenin… ahhh…
beginilah rasanya.