It's all about me

23 Maret 2012

C



lima huruf, satu kalimat yang bisa membuat orang menjadi gila dalam sekejap, menangis, kecewa, emosi,marah,cemburu,jengkel bahkan bisa membuat orang itu menjadi tersenyum tersipu malu, menjadi salah tingkah. Yah…. Benar itu yang saya maksud “CINTA”. Cinta bisa datang kepada siapa saja tanpa di duga-duga waktu dan tempatnya, entah pada saat kita sedang belajar kelompok, menggangu teman dengan “sedikit” mengejeknya sehingga dia hampir atau sampai meneteskan airmata, perasaan itu bisa masuk merasuk secara tiba-tiba tanpa pernah kita duga sebelumnya kitapun hanya bisa duduk dengan manis sambil menyaksikan parodi ini berlangsung.

         Cinta sama dengan gila, dan cinta juga tidak seindah seperti yang kita lihat di serial FTV… yang berakhir dengan indah… di kehidupan kenyataan malah lebih sering berakhir dengan sebuah kekecewaan yang tidak bisa di ungkapkan oleh berbagai macam kata-kata. Kadang kita juga dibuat bodoh oleh cinta tersebut,  misalkan kalian di sakiti oleh pasangan masing-masing hingga berujung putus karna kita sangat kecewa terhadap dia, kenapa gue bilang bodoh sesudah kalian putus dengan orang yang telah mengecewakan kalian, karna kalian menerima kembali seseorang yang jelas jelas telah membuat kalian terluka,kecewa, tapi kalian  menerima kembali ke dalam kehidupan kalian dengan alasan “aku janji aku akan berubah untuk kamu” nah dengan kata-kata seperti itu hati si cewe bisa luluh dan kembali mempercayai si cowo yang sudah jelas-jelas melukainya.
Singkat kata dan cerita gue juga ngalami kisah serupa merasakan anehnya jatuh cinta, yang lebih anehnya lagi gue jatuh cinta ke orang yang sering gue ledek/caci. Gue juga aneh kenapa hal seperti ini harus terjadi ke gue, gue ibarat jatuh ke lubang buatan gue sendiri yang mengakibatkan jatuh terlalu dalam dan akhirnya merasakan jatuh cinta terhadap dia ini ibarat sebuah mimpi di siang bolong. Memang benar jatuh cinta di awali dengan sebuah cacian itu agak menyenangkan, kenapa? Karna kita saling mencaci di awal yang akhirnya saling memiliki rasa yang sama akhirnya bisa menjadi seorang kekasih.
Gue juga aneh dengan diris endiri kenapa gue suka banget ngeledek/mencaci temen gue sendiri, sampe sampe temen gue itu hampir berlinang air mata sedangkan gue Cuma bisa senyum sambil menjelelkan lidah keluar. Untungnya temen gue ini orangnya baik,pendiem,murah senyum,pemaaf pula. Jadi setiap gue udah mencaci dia sambil menjelelkan lidah dia juga membalasnya hanya dengan sebuah senyuman dan wajah yang sedikit di kerutkan dan bilang “ihh kamu mah angger da” gue Cuma bilang “pis…ahhh damai… Cuma bercanda ko.., (sambil menjelelkan lidah).  Dunia ku mulai terisi dengan bayang-bayang wajahnya,senyumnya mulai terasa rindu mengelora di jiwa seluruh waktu terasa berhenti ketika dekat dengannya, ingin rasanya terus berada dekatnya. Gue berada diambang batas jalan, pakah gue harus tetap menjalankan taktik dengan cara mencacinya terlebih dahulu atau gue pura-pura acuh / tidak kenal untuk terus bisa bercanda mengisi hari dengan canda dan tawa bersama.
Ingin gue ulangi kejadian tadi siang pada jam istirahat pertama dank e dua berlangsung, kejadian yang mungkin akan gue inget dan tidak mudah untuk dilakukan, semua terjadi secara tidak sengaja yang akhirnya berujung cacian dari temen gue mulai dari kata-kata“acieee” sampe “weits si res lagi nyekil”. Reflexs gue langsung diem dan pindah tempat duduk. Begonya dari gue, kenapa gue harus pindah? Kalau gue pindah tementemen gue pasti nyangka kalau gue ada apa-apa sama dia kalau gue diem dan stay di tempat duduk itu gue pasti makin di caci sama temen-temen gue, jadi gue putuskan untuk segera mungkin pindah tempat duduk untuk menghindari cacian yang lebih ganas lagi dari temen-temen.

Diawaki Mengejek/mencaci  ----à (waktu berlalu) ----à muncul perasaan / getar getar cinta ----à akhirnya menjadi jatuh cinta

22-3-2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar