It's all about me

14 Maret 2012

Tikungan sangat menyakitkan



Pernahkan kalian mendengar istilah tikung-menikung ? tentu untuk yang mempunyai hobi akan olah raga balap (motor/moto gp,formula 1) sangat familiar dengan kata-kata tersebut bahkan sangat menyenangkan ketika pembalap yang kita sukai sedang saling tikung menikung/saling salip-menyalip untuk memperebutkan tempat pertama agar menjadi seorang juara. Tapi apakah kalian pernah berfikir bagaimana kalau tikung-menikung yang kalian sangat sukai dan menegangkan ketika kalian menonton sebuah kejuaraan balap kalian alami dalam sebuah hubungan cinta kalian ? apa yang kalian rasakan ? apalagi kalau yang menikungnya itu adalah sahabat yang sudah sangat mengenal karakter kita, tiba-tiba dia masuk kedalam kehidupan pribadi kalian dan merebut seseorang yang kita sukai. Memang mungkin pada saat itu kita belum berani untuk mengungkapkan semua rasa yang ada, tiba-tiba teman kita menikung dengan tajam dengan mengungkapkan cinta terlebih dahulu yang akhirnya membuat mereka menjadi seseorang kekasih sedangkan kita? Hanya bisa memberikan sebuah senyuman kecil dan ucapan selamat yang seharusnya tidak kita ucapkan.
Saat ini ku mencoba untuk melupakan semua senyum dan tawa manismu, dari hati yang paling dalam ini ingin ku ungkapkan sungguh ku cinta  kamu, namun semuanya ini akan menjadi sebuah omongan kosong yang tak memiliki arah/tujuan. Gue juga inget ketika sedang dekat dengan seseorang tiba tiba dia jadian sama temen gue, lalu teman-teman sekelas gue bilang ”gila ga tau malu udah tau iceran orang malah di embat/deketin, hajar aja yang gituan mah tuman”. Gue bilang ”udalah ga usah bahas yang gituan, lagian malu masa ribut sama temen Cuma gara-gara cewe sih”. Temen gue “ga bisa gitu res. Gue “haha (ketawa terpaksa). Setalah itu gue berfikir bahwa cinta dan persahabatan itu tidak bisa dipisahkan.
Gue jadi berfikir kenapa semua ini harus dirasain oleh gue atau mungkin kalian juga pernah mengalaminya. Semua perasaan seakan campur aduk antara benci,marah,emosi,iri yang kenapa sampai saat ini gue belum berhasil menerjemahkan maksud dari semua yang gue rasain.

Gue dan teman yang menikung gue sekarang menjadi semakin akrab,  yang lain mungkin akan menaruh dendam ke pada teman yang menikung dengan tajam. Tapi menurut gue, percuma aja kalau gue ladenin dengan emosi/berkelahi, malah gue akan kehilangan ke 2 nya yang pertama gue udah yakin pasti kehilangan orang yang gue suka karna di tikung oleh teman sendiri dan yang kedua gue pasti akan kehilangan temen gue, jadi gue lebih memilih kehilangan seorang yang gue suka dari pad ague harus kehilangan ke duanya karna masalah cinta yang berpolemik ini.
Setelah mulai melupakan semua, gue mencoba dekat lagi dengan cewe  lainnya, dan pada akhirnya gue sadar bahwa cewe yang gue suka ternya temen gue juga suka sama dia. Akhirnya gue berfikir ”okelah…gue mundur dan ga akan ngehancurin harapan dia.