Pernahkan kalian
mendengar istilah tikung-menikung ?
tentu untuk yang mempunyai hobi akan olah raga balap (motor/moto gp,formula 1)
sangat familiar dengan kata-kata tersebut bahkan sangat menyenangkan ketika
pembalap yang kita sukai sedang saling tikung
menikung/saling salip-menyalip untuk memperebutkan tempat pertama agar
menjadi seorang juara. Tapi apakah
kalian pernah berfikir bagaimana kalau tikung-menikung
yang kalian sangat sukai dan menegangkan ketika kalian menonton sebuah
kejuaraan balap kalian alami dalam sebuah hubungan cinta kalian ? apa yang kalian rasakan ? apalagi kalau yang
menikungnya itu adalah sahabat yang sudah sangat mengenal karakter kita,
tiba-tiba dia masuk kedalam kehidupan pribadi kalian dan merebut seseorang yang
kita sukai. Memang mungkin pada saat
itu kita belum berani untuk mengungkapkan semua rasa yang ada, tiba-tiba teman
kita menikung dengan tajam dengan mengungkapkan cinta terlebih dahulu yang
akhirnya membuat mereka menjadi seseorang kekasih sedangkan kita? Hanya bisa
memberikan sebuah senyuman kecil dan ucapan selamat yang seharusnya tidak kita
ucapkan.
Saat ini ku mencoba
untuk melupakan semua senyum dan tawa manismu, dari hati yang paling dalam ini
ingin ku ungkapkan sungguh ku cinta
kamu, namun semuanya
ini akan menjadi sebuah omongan kosong
yang tak memiliki arah/tujuan. Gue
juga inget ketika sedang dekat dengan seseorang tiba tiba dia jadian sama temen
gue, lalu teman-teman sekelas gue bilang ”gila
ga tau malu udah tau iceran orang malah di embat/deketin, hajar aja yang gituan
mah tuman”. Gue bilang ”udalah ga
usah bahas yang gituan, lagian malu masa ribut sama temen Cuma gara-gara cewe
sih”. Temen gue “ga bisa gitu res.
Gue “haha (ketawa terpaksa). Setalah
itu gue berfikir bahwa cinta dan
persahabatan itu tidak bisa dipisahkan.
Gue jadi berfikir
kenapa semua ini harus dirasain oleh gue atau mungkin kalian juga pernah
mengalaminya. Semua perasaan seakan campur aduk antara benci,marah,emosi,iri yang kenapa sampai saat ini gue belum
berhasil menerjemahkan maksud dari semua yang gue rasain.
Gue
dan teman yang menikung gue sekarang menjadi semakin akrab, yang lain mungkin akan menaruh dendam ke pada
teman yang menikung dengan tajam. Tapi menurut gue, percuma aja kalau gue
ladenin dengan emosi/berkelahi, malah gue akan kehilangan ke 2 nya yang pertama
gue udah yakin pasti kehilangan orang yang gue suka karna di tikung oleh teman
sendiri dan yang kedua gue pasti akan kehilangan temen gue, jadi gue lebih
memilih kehilangan seorang yang gue suka dari pad ague harus kehilangan ke
duanya karna masalah cinta yang berpolemik ini.
Setelah
mulai melupakan semua, gue mencoba dekat lagi dengan cewe lainnya, dan pada
akhirnya gue sadar bahwa cewe yang
gue suka ternya temen gue juga suka sama dia. Akhirnya gue berfikir ”okelah…gue mundur dan ga akan ngehancurin
harapan dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar